Cara Desain Standing Banner Yang Paling Efektif

Standing banner adalah alat promosi dengan banner yang dipasangkan pada sebuah kerangka sederhana, yang dapat diatur dan dilepas dengan mudah. Alat promosi ini ringan dan cukup kokoh, sering dipasang di toko-toko dan saat pameran dagang. Dengan melakukan sentuhan desain standing banner yang menarik, alat ini sangat efektif untuk menjadi alat promosi secara otomatis. Standing banner memiliki beberapa jenis, meliputi X-Banner, Y-Banner, dan Roll Up Banner. Ketiganya memiliki bentuk tersendiri dan memiliki ukuran standar cukup besar, namun dapat dikemas dalam ruang kecil.

Standing banner ini memiliki tampilan vertikal. Ketika mendesain tampilannya, terdapat beberapa persoalan yang mesti diperhatikan. Bahkan ketika Anda sudah terbiasa melakukan desain lain. Karena ada beberapa poin yang memerlukan penekanan pada desain standing banner. Sehingga untuk kepastian terkait keefektifan standing banner, perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini.

Ukuran Standing Banner

Ada beberapa jenis standing banner, mereka masing-masing memiliki 4 sudut. Ukuran ini harus disesuaikan dengan standar yang ada agar cetakan pas dengan kerangka banner. Berikut ini merupakan ukuran standar yang tersedia di pasaran.

Ukuran Standar X-Banner

1. 80 x 180 cm

2. 60 x 160 cm

3. 60 x 120 cm

Ukuran Standar Roll Up Banner

1. 80 x 200 cm

2. 60 x 160 cm

Ukuran Standar Y-Banner

2. 60 x 160 cm

Cara Penyusunan Desain Standing Banner

Setelah mengetahui ukuran standar yang biasanya terdapat pada standing banner, langkah selanjutnya adalah menyusun (lay out) tampilan dengan efektif. X banner, Y Banner, maupun Roll Up Banner digunakan untuk tujuan yang sama, yaitu untuk berfungsi sebagai alat untuk mempromosikan suatu produk. Dan alat tersebut baru bisa berfungsi jika dilihat orang, bukan? Lalu bagaimana caranya membuat desain standing banner yang benar? Penjelasan berikut mungkin bisa membantu.

Baca Juga  Jenis Buku Agenda Mana Yang Sering Anda Gunakan?

Headline Yang Besar, Tebal, dan Mudah Dibaca

Seringkali Standing banner ditujukan untuk menarik perhatian dalam jarak jangka jauh yang wajar. Untuk itu, teks-teks, terutama headline mesti didesain dalam ukuran besar dan tebal. Tidak hanya itu, tetapi juga jenis tipografi yang digunakan adalah yang memiliki keterbacaan baik. Pada umumnya huruf serif adalah huruf yang mudah dibaca. Penggunaan tipografi yang unik sebetulnya masih memungkinkan, itu jika pada teks yang memiliki poin-poin atau pesan yang singkat. Yang terpenting adalah tulisan pada Standing Banner dapat dibaca dan dimengerti dalam tempo singkat.

Meningkatkan Kontras Dan Warna Desain

Warna latar belakang dapat mendominasi desain standing banner. Jika ditujukan ingin menarik perhatian, dapat memilih warna-warna yang menonjol. Namun tidak hanya warna pada latar belakang, kontras antar elemen pun bisa ditingkatkan untuk menarik perhatian. Tetapi harus tetap dibatasi agar tidak terlihat pucat.

Letakkan Logo Di Paling Atas

Secara umum ketika kita memihat suatu objek desain, perhatian tertuju ke bagian dari atas ke bawah. Untuk itu, jika Standing Banner untuk keperluan branding bisa meletakkan logo di paling atas. Setelah itu, baru memuat elemen-elemen desain lain di bagian bawahnya.

Letakkan Informasi Utama Dari Kiri

Secara umum ketika kita membaca tulisan, kita sudah dibiasakan membaca dari kiri ke kanan. Untuk itu, dalam memaksimalkan penyampaian informasi dengan mengacu dan memprioritaskan kebiasaan ini.

Letakkan Informasi Kontak Di Paling Bawah Saja

Jika ingin memasukkan informasi kontak, dapat meletakan dibawah saja. Karena tentunya orang memerlukannya jika sudah tertarik dengan pesan yang disampaikan tadi. Dengan tujuan mempermudah mereka terhubung dengan perusahaan. Contoh kontak yang dapat dimasukkan adalah website, nomor telepon, dan email kantor. Supaya lebih bagus, bisa menambahkannya dengan ikon media sosial.

Baca Juga  Pengertian POP Marketing dan Contoh Tekniknya

Gunakan Gambar Berukuran Besar Dan Berkualitas

Gambar besar dapat diletakkan dibagian tengah yang dapat menjadi titik pusat desain. Gambar tersebut bisa dimanfaatkan untuk menarik perhatian dan mengarahkan mata pembaca, karena akan dapat dilihat dari jarak yang cukup jauh. Sebetulnya bisa juga digantikan dengan tipografi yang besar dan unik untuk menarik perhatian ini. Yang terpenting adalah bentuk objek sekiranya mudah diingat dan mampu berlama-lama di benak atau ingatan pembaca, yang pada akhirnya adalah membantu membangun merek.

Penegasan Pesan Yang Disampaikan

Yang terakhir ini sangat penting. Di samping semua artistiknya suatu desain, pesan harus tetap dapat mudah dipahami dan disampaikan. Dapat dipertimbangkan beberapa hal. Misalnya Apakah ingin menekankan merek, Apakah ingin mengiklankan produk, Atau tindakan khusus lainnya?

Berkaca dari situ, dapat dibentuk sebuah desain dengan kesan yang memiliki orientasi bertindak atau mengajak membeli suatu produk. Penegasan pesan bisa dilakukan melalui elemen-elemen tadi, Teks, Warna, Ukuran Objek, dan Ketebalan Huruf.