Mekanisme Sederhana dari Proses Cetak Mesin Offset

Proses cetak mesin offset adalah teknik cetak konvensional yang di mana tinta diterapkan dahulu ke plat, lalu baru diterapkan ke permukaan bahan yang dicetak. Offset menggunakan kombinasi proses litografi, yang di mana sifat air dan minyak tidak bisa dicampur. Maka teknik ini menggunakan bahan rata atau plano yang dicetak dari mengambil tinta dari ink rollers (penggulung tinta), sedangkan area yang tidak dicetak menarik air, dengan demikian area yang tidak diarsir bebas tinta.

Bagaimana Proses Cetak Offset Bekerja?

Proses Pra Cetak Mesin Offset

Seiring berjalannya waktu teknologi percetakan juga mengikuti pertumbuhan. Dulu sebelum melakukan pekerjaan percetakan membutuhkan waktu pekerjaan dan tahapan yang sangat panjang. Sedangkan sekarang ini sudah sangat praktis. Sebelum ke proses cetak, tentu perlu membuat desain grafis dari komputer. Desain inilah yang nantinya dicetak pada bahan cetak. Desain grafis bisa dibuat dari macam-macam software seperti Adobe PhotoShop, Adobe InDesign, CorelDraw, dan sebagainya.

Desain ini harus disiapkan dan diatur sesuai ukuran cetak dan ditambahkan beberapa atribut untuk membantu proses cetak nantinya. Antara lain adalah sebagai berikut.

1. Color Bar

Color Bar Percetakan Offset Jakarta
Color Bar

Color bar adalah baris yang berisi kumpulan warna. Baris warna ini dibuat untuk mengetahui akurasi warna yang dihasilkan mesin. Biasanya diletakkan di tepi desain yang dicetak. Warna dibuat dengan menyesuaikan separasi atau warna khusus.

2. Register Mark

Register Mark Percetakan Offset Jakarta
Register Mark

Register Mark adalah sebuah tanpa di tepi desain. Tanda ini digunakan untuk mengecek apakah penumpukan warna dari 4 plat adalah pas. Untuk mengetahuinya bisa dilihat dari lup atau kaca pembesar. Jika bergeser tentu gambar yang dihasilkan buruk.

3. Garis Potong

Garis potong ditujukan untuk setelah proses cetak, yaitu sebagai acuan ketika proses finising pemotongan. Pada umumnya, di luar garis potong ini ditambahkan lebihan warna atau biasa disebut bleed sebagai antisipasi jika proses pemotongan sedikit miring.

Baca Juga  Pengertian Litografi dan Perkembangan Hingga Sekarang

Setelah desain sudah siap, maka tahap selanjutnya adalah membuat plat cetak. Jumlah plat bergantung pada warna dasar yang digunakan. Untuk lebih lanjut, kita beralih ke proses cetak di bawah.

Proses Cetak Mesin Offset

Gambar atau desain yang dicetak menggunakan offset dipisahkan ke beberapa warna dasar. Misalnya adalah full color, yaitu 4 warna berupa Cyan Magenta Yellow Black atau CMYK. 4 Warna dasar inilah yang menghasilkan macam-macam warna dengan dipadu dengan takaran komposisi-komposisi tertentu. Namun ada kalanya hanya mencetak menggunakan satu atau dua warna untuk gambar desain yang tidak full color, misal cetakan hitam putih itu. Dan juga bisa ditambahkan warna lain menjadi 5 atau lebih, jika menginginkan sebuah warna khusus yang tidak bisa dihasilkan dari CMYK tadi.

Operator Mesin Cetak Offset Jakarta

Dengan demikian, pada proses normal, sebuah gambar dari hasil desain grafis dipecah-pecah atau dipisahkan menjadi Cyan, Magenta, Yellow, Black. Lalu masing-masing warna dari desain itu diterapkan ke bentuk plat, sehingga ada 4 plat cetak yang dibuat. Plat inilah yang nantinya digunakan untuk mentransfer gambar ke bahan cetak, misal ke kertas, plastik, atau stiker.

Plat cetak offset biasanya terbuat dari alumunium, berbentuk tipis dan fleksibel. Plat ini terdiri dari area yang mudah menyerap lemak dan area yang mudah menerima air. Plat-plat ini kemudian ditempelkan pada press. Dari wadah tinta, press menarik tinta dan meletakkannya di atas plat. Lalu press memberi tekanan besar pada plat yang bertinta ke bahan cetak untuk menghasilkan gambar.

Seperti itulah gambaran sederhana dari proses cetak mesin offset yang dilakukan oleh para percetakan offset Jakarta untuk menghasilkan cetakan yang diinginkan. Maka selanjutnya adalah proses pasca cetak.

Baca Juga  Apa Saja Mesin Yang Digunakan Saat Mencetak Brosur?

Proses Pasca Cetak

Proses pasca cetak dikenal juga sebagai finishing. Pada proses ini adalah bagian di mana hasil cetak diaplikasikan sesuai bentuk. Ada macam-macam jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Potong atau sisir kertas

Pemotongan kertas adalah proses untuk memotong kertas sesuai ukuran cetak yang diinginkan, lalu merapihkan pinggiranya dengan disisir.

2. Laminating

Laminating adalah proses melapisi kertas dengan bahan tambahan supaya lebih awet. Kendati demikian, laminasi dapat dimanfaatkan untuk membuat cetakan tampak menarik, karena ada jenis doff dan glossy yang masing-masing memiliki efek berbeda.

3. Spot UV

Teknik spot uv sama diperuntukkan melapisi kertas, namun dengan cairan khusus yang menghasilkan efek khusus.

4. Poly

Teknik poly digunakan untuk menerapkan warna gold, silver, atau warna khusus ke bagian tertentu. Warna khusus ini dibuat karena tidak dapat dihasilkan dari mesin cetak pada umumnya. Contohnya warna emas dan perak.

5. Emboss atau deboss

Teknik emboss atau deboss ditujukan untuk menenggelamkan atau menimbulkan bagian gambar atau huruf tertentu.

6. Pond

Pond adalah istilah yang digunakan untuk mengubah bahan cetak ke bentuk tertentu, misal bulat, segitiga, atau bentuk lainnya yang tidak bisa dibuat dari mesin potong konvensional. Contohnya pada pembuatan box dan wobbler membutuhkan proses ini. Kebanyakan percetakan menentukan biaya pond per proyek. Jadi total jumlah keseluruhan dari cetakan akan menentukan harga per piecenya. Harga cetak wobbler maupun box akan menjadi lebih murah jika diproduksi dalam jumlah banyak.

Write a comment