Pengertian POP dan Contoh Tekniknya

Selain perlu menarik perhatian konsumen supaya mereka memasuki toko, masih ada surplus strategi yang dapat diterapkan. Toko dapat ditambahkan dengan materi promosi yang mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen disebut sebagai POP, POP adalah singkatan dari Point Of Purchase. POP marketing ini biasa digunakan untuk memasarkan produk ke konsumen dengan penempatan barang, seperti pajangan produk di tempat strategis toko. Dapat juga diterapkan dengan mengelilingi aktivitas penjualan. Karena biaya POP ini relatif murah dan sangat efektif.

Pengertian POP

Pengertian POP atau Point Of Purchase adalah menyampaikan pesan ketika konsumen sudah berada di sekitar toko. Dengan merancang POP yang tepat, akan mampu membuat keputusan pengunjung untuk melakukan pembelian. Bahkan sekarang ini tidak hanya diterapkan di toko. Namun juga di situs web toko online dalam bentuk banner-banner di header, side bar, maupun footer halaman situs. Dalam kedua kasus itu, mereka berupaya menentukan cara terbaik untuk memamerkan produk atau layanan yang disediakan.

Tidak hanya sekadar mendorong pembelian, POP ini dapat digunakan supaya pelanggan lebih mudah menjangkau produk yang sedang dicarinya di lokasi. Atau sebagai tanda bahwa sebuah produk disediakan di sebuah toko, dan sekaligus dapat digunakan untuk memperjelas informasi suatu produk.

Jenis Teknik Marketing Point of Purchase POP

Jenis POP Marketing

Berdasarkan durasi penggunaan, pop display terdiri beberapa jenis, seperti :

  1. Permanent Display – Yaitu display yang digunakan untuk jangka waktu yang lama. Biasanya perusahaan besar jarang menggunakan pop jenis ini karena mereka akan banyak melakukan promosi yang berbeda-beda sesuai dengan tren pasar.
  2. Semi-permanent Display – Display yang bertahan selama kurang dari 1 tahun. Biasanya untuk jenis semi permanent display pop menggunakan bahan yang lebih bagus dengan desain yang menarik. Karena display tersebut akan ditampilkan dalam waktu yang cukup lama.
  3. Temporary Display – Point of purchase display yang hanya dibuat untuk penggunaan jangka pendek saja. Display ini digunakan untuk mengikuti tren pasar, seperti diskon natal atau akhir tahun. Bentuk dari pop ini juga tidak rumit karena tujuan utamanya adalah untuk memberi informasi saja.
Baca Juga  10 Langkah Sederhana Wajib Dalam Desain Spanduk

Penempatan Point Of Purchase (POP Marketing)

Penempatan POP di sekitar toko ini dapat meliputi di sebelah barang yang sedang di barang dagangan, di area check out, atau dapat pula dipajang di media vertikal setinggi mata supaya mudah dilihat. Penempatan POP paling efektif adalah di produk yang paling banyak di soroti dan di dekat barang dagangan yang serupa.

POP ini bisa berupa pajangan  yang digantung dan yang bisa dipasang di rak-rak toko. Atau tempat lain yang sekiranya tidak mengganggu pelanggan dan aktivitas penjualan. POP marketing juga dapat menjadi cara yang bagus untuk mempresentasikan produk baru, atau yang sedang dijual, dan barang-barang musiman. Hal itu dapat membuat pelanggan di toko tertarik melihat-lihat ketika toko sedang sibuk dan ketika pelanggan sedang mengantri.

Contoh Point Of Purchase

Teknik marketing point of purchase dapat diterapkan dengan berbagai macam media. Setiap jenis media mempunyai keunggulan sendiri sesuai dengan penggunaannya.

1. Standing Banner

Standing banner adalah display dari bahan banner dan kerangka khusus yang dapat dipajang di lantai toko. Alat ini cukup provokatif untuk menarik minat pembelian konsumen. Ada beberapa jenis, yaitu adalah Roll Banner, X-Banner, dan Y-Banner. Masing-masing jenis memiliki bentuk kerangka yang berbeda, namun fungsinya sama dapat menampilkan POP.

2. Hanging Mobile

Hanging mobile adalah display dari bahan plastik atau dapat juga kertas yang dipasang pada plafon toko. Display ini dapat bergerak jika tertiup angin. Dengan desain yang menarik, akan mampu memancing perhatian pembeli.

3. Shopblind

Shopblind adalah banner-banner yang berukuran sedang atau kecil yang dipajang di depan toko untuk menampilkan penawaran-penawaran produk yang diperjualkan. Sebetulnya shopblind lebih sering digunakan untuk penanda sebuah toko, namun dapat tambahkan materi promosi POP di dalam isi desainnya.

Baca Juga  Ukuran Roll Up Banner Dan Cara Pemasangan Yang Benar

4. Flag Chain

Flag Chain adalah bendera-bendera kecil yang dipajang untuk memeriahkan suasana toko. Bendera ini dapat digunakan untuk menampilkan brand dan iklan-iklan produk. Flag chain ini dapat dibuat dari kertas yang dibentuk menjadi bendera kecil, lalu dikumpulkan berderatan dengan digantung menggunakan benang.

5. Wobbler

Contoh Point Of Purchase Display Wobbler

Wobbler adalah display produk yang dapat dibuat dari bahan kertas atau plastik. Lalu dapat dibentuk dengan finishing Pond menjadi bentuk bulat, oval, segitiga, atau dikustom sesuai yang diinginkan. Biasa ditempelkan pada rak-rak produk dan sekitar meja kasir. Cetak wobbler tidak ditempelkan secara langsung seperti poster, namun biasanya disambung dengan mika. Sehingga POP marketing ini lentur dan dapat bergoyang-goyang sehingga dapat menarik perhatian.

6. Poster

Poster ini sangat umum dan tidak hanya untuk keperluan POP. Dibuat dari bahan kertas atau media lain dengan tujuan menampilkan visual poster menarik. Kemudian ditempelkan di dinding atau bidang lain yang memiliki permukaan vertikal.

7. Tent Card

Tent Card adalah display sederhana yang dibuat dari bahan kertas tebal. Kertas tersebut ditekuk dan dilipat sedemikian rupa hingga menjadi bentuk segitiga. Diperlukan kertas yang tebal supaya mampu berdiri kokoh, biasanya ditaruh di atas meja.