Perbedaan CMYK dan RGB Yang Sering Menjadi Permasalahan

Perbedaan CMYK dan RGB adalah penyebab utama mengapa warna cetakan tidak selalu konsisten dengan yang ada di monitor. Sering perbedaan ini menjadi masalah di dunia percetakan. Bahkan kadang warna-warna yang hasil cetak tidak sesuai dengan yang diharapkam. Untuk itu, perlu memahami dua model warna ini dalam membuat desain grafis.

Ketika Anda memotret gambar dengan kamera Digital, atau melihat gambar di layar monitor komputer, dapat dikatakan bahwa warna itu merupakan model RGB. Lalu ketika dicetak di kertas atau di media lain, sangat mungkin hasil warna yang didapatkan bisa berbeda.

Apa Yang Membedakan Model CMYK dan RGB ini?

Secara nama, RGB singkatan dari Red Green Blue. Sedangkan CMYK singkatan dari Cyan Magenta Yellow Key. Sementara itu secara penggunaan, RGB digunakan untuk layar monitor komputer, sedangkan CMYK digunakan untuk tinta printer. Masing-masing model warna itu dijadikan sebagai dasar yang bisa digabung untuk menciptakan berbagai macam warna berbeda.

Kendati demikian, RGB lebih mampu menciptakan warna lain yang jauh lebih luas daripada CMYK dan warna RGB cenderung lebih jelas daripada CMYK. Dengan demikian, banyak warna RGB tidak dapat diciptakan menggunakan CMYK. Artinya adalah, printer tidak bisa menghasilkan semua warna yang ada di monitor, paling tidak mereka mencari warna yang mendekati.

Itu semua dikarenakan perbedaan CMYK dan RGB dalam proses menciptakan warna. Warna layar monitor diciptakan menggunakan cahaya, sehingga semakin ditambah semakin cerah atau terang, dan ketika mencampurkan semua warna, maka hasilnya adalah cahaya putih. Ini berbeda dengan warna cetakan, yang mana diciptakan menggunakan tinta, semakin ditambah semakin gelap, dan ketika mencampurkan semua warna, maka hasilnya adalah warna hitam.

Baca Juga  Tren Desain Grafis 2019 Terupdate Patut Disimak

Berkaca dari situ, ketika kita ingin membuat desain untuk proyek cetak, dapat berhenti menggunakan warna-warna yang tidak bisa dicapai dengan tinta, dan perlu menyiapkan atau mengatur warna dalam model CMYK. Itu mudah saja, hanya dengan mengkonversinya di software desain grafis.

Mengapa Printer Menggunakan CMYK?

Mengapa Printer Menggunakan Mode Warna CMYK

Kita tahu bahwa warna dasar layar adalah hitam atau gelap, lalu mereka memancarkan cahaya warnanya. Sementara printer menggunakan bahan dasar yang menyerap tinta lalu memantulkannya. Sehingga tidak mungkin printer menggunakan RGB, yang mana nantinya bahan cetak tidak bisa menciptakan warna terang, karena mereka tidak memancarkan cahaya.

Printer menggunakan CMYK sebagai solusi, karena memiliki warna yang lebih terang dari RGB. Berbeda dengan RGB yang memiliki 3 warna yakni, Merah, Hijau, Biru. CMYK memerlukan 4 warna yakni, Cyan, Magenta, Kuning, Hitam.

Mungkin ada pertanyaan, kenapa tidak CMY saja? Sebetulnya bisa saja, namun itu tidak bisa menciptakan warna hitam pekat. Untuk itu ditambahkan Hitam sebagai warna Kunci. Sehingga CMYK mampu memproduksi lebih banyak warna lagi dari sekadar CMY saja.

Apakah Perlu Konversi Warna RGB Ke CMYK?

Apakah Perlu Konversi Warna RGB ke CMYK

Perlu atau tidaknya konversi warna ini tergantung. Jika hanya mencetak di printer-printer digital HVS A4 itu tidak terlalu masalah, karena pada sistem perangkat lunak mereka sudah mengkonversi otomatis ketika proses cetak. Namun ini penting jika printer yang digunakan seperti Offset dan Flexo, karena mereka melakukan cetak manual tanpa program komputer, yakni dengan plat untuk mentransfer tinta ke media cetak.

Namun untuk kasus tertentu, jika menginginkan akurasi dan konsistensi warna cetak, lebih baik lakukan konversi ini untuk cetakan apapun. Dan sebetulnya sebuah project baru lebih baik dibuat dengan model CMYK dari awal ketika proses klik New Document. Karena konversi warna RGB ke CMYK kadang mengakibatkan perbedaan tingkat kecerahannya. Sehingga bekerja dengan CMYK dari awal dapat lebih leluasa. Kecuali dalam kamera digital tadi, karena mau tidak mau hasilnya adalah RGB. Yang dimaksud di sini adalah ketika membuat Logo, Vektor, Layout, Tipografi, dan gambar-gambar produksi software desain lainnya. Banyak perusahaan sangat mengutamakan keakuratan warna dalam logo mereka. Karena menurut mereka, terdapat psikologi warna ataupun filosofi yang sudah tertanam di dalam logo perusahaan.

Baca Juga  Makna Psikologi Warna Untuk Branding Dalam Desain Grafis

Bagaimana Mengonversi Warna RGB Ke CMYK?

Berikut adalah beberapa software desain grafis dengan cara konversi RGB ke CMYK.

1. Corel DRAW

Pilih setiap objek yang ingin dikonversi. Pilih Fill Tool dan klik Fill Color Dialog. Lalu pastikan model warna yang digunakan adalah CMYK. Sedangkan untuk objek garis/outline, Pilih Outline Tool dan klik Outline Color Dialog. Lalu pastikan model warna yang digunakan adalah CMYK.

2. Adobe Photoshop

Pada baris menu di atas, pilih Image > Mode > CMYK.

3. Adobe Illustrator

Pada baris menu di atas, pilih File > Document Color Mode > CMYK Color.

Bila program yang dipakai berbeda dari ketiga software di atas, dapat melihat panduan bawaan dari pabrikan. Namun bagi beberapa software seperti Microsoft Office dan Paint, mereka tidak mendukung model CMYK ini. Untuk itu, dapat mengatasinya dengan mengimpornya ke program di atas.

1 Comments

Comments are closed.